Filosofi Batik Indonesia – Jogja

Wah.. lama ga posting, hari ini pengen nyoba nulis lagi. Kerjaan kantor nih… ga kelar2! *ngeles mode on*. Hahahahahhahah…. Gara2 ada seorang sahabat yg pengen banget bikin undangan “berselimutkan” batik buat her wedding, dan dengan pola pikirnya bahwa akhir2 ini aku bener2 punya banyak waktu senggang, minta tolonglah sang sahabat. Minta dibikinin undangan dengan motif parang. Dengan setengah ngeyel, kubilang lah.. contoh gambar undangan itu, contoh motif parang rusak. Means.. ga bagus buat nikahan, means…. klo mo ambil filosofi batik buat wedding jangan yang itu dooongggg!!!! Udah dibantuin, dikasih tau yang bener.. apalagi dengan tema Javanese Glamour.. eeeehhhh!!! Masih ngeyel pulaaa!!! Yaaa.. mo gimana lagi… namanya juga orang mo kawin. Kucing kawin aja sensi! apalagi bencong..*lhohhh??!!!* Buat kamu yang niat mo pake batik, ini contoh batik sekaligus filosofinya yang bener….

 

BATIK PARANG RUSAK BARONG [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Unsur Motif : Parang, Mlinjon Ciri Khas : Kerokan

 

Filosofi : Parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.

BATIK TRUNTUM {Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Dipakai saat pernikahan Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.

BATIK SIDO MUKTI [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain dalam upacara perkawinan Filosofi : Diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan. Unsur Motif : Gurda

BATIK PARANG KUSUMO {Batik Tulis] Zat Warna : Naphtol Kegunaan : Sebagai kain saat tukar cincin Unsur Motif : Parang, Mlinjon Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah

 

BATIK KAWUNG [Batik Tulis] Zat Warna : Naphtol Kegunaan : Sebagai Kain Panjang Unsur Motif : Geometris Filosofi : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan

 

BATIK CIPTONING [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Unsur Motif : Parang, Wayang Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar

BATIK PAMILUTO [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang saat pertunangan Unsur Motif : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut [tertarik].

 

 

BATIK CUWIRI [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai “Semek’an” dan Kemben. Dipakai saat upacara “mitoni” Unsur Motif : Meru, Gurda Filosofi : Cuwiri artinya kecil-kecil, Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati

BATIK NITIK KARAWITAN [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Ciri Khas : Kerokan Unsur Motif : Ceplok Filosofi : Pemakainya orang yang bijaksana

 

BATIK TAMBAL [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai Kain Panjang Unsur Motif : Ceplok, Parang, Meru dll Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: